Perjalanan ke Bromo

Akhirnya setelah lama tidak ngelencer (jalan-jalan), aku akhirnya bisa ke bromo. Perjalanan yang singkat. Tidak sampai satu hari, tapi merupakan pengalaman yang tak terlupakan :)

Sore itu tgl 16 Februari 2008 kami tiga bersodara berangkat dari tempat paman yang ada di wage, sidoarjo jam 1/2 5. Terlalu sore sebenarnya untuk sebuah perjalanan ke probolinggo, tapi memang tidak ada waktu lagi. Jalanan saat itu padat meskipun hari sabtu.
Mungkin mereka ini orang-orang yang bekerja sampai sabtu dan ini adalah jam pulang mereka, atau juga orang-orang yang ingin pulang kampung, atau truk dan bus yang melayani perjalanan antar kota.
Jalanan benar-benar padat, terutama di daerah lumpur sidoarjo. Kesalahan yang aku buat adalah aku lewat jalur bawah bareng truk, bus dan mobil padahal ada jalur alternatif buat sepeda motor yaitu melewati jalan diatas tanggul lumpur.

Salah Jalan

Sampai di pasuruan aku ternyata salah ambil jalan, harusnya setelah ada tanda arah ke probolinggo belok kanan, setelah ikut arah belok kanan itu langsung belok kiri sesudahnya, tapi aku tidak,… aku lurus terus (perasaan dah mulai ndak enak). Kami melewati jalan yang asing, sama-sama tujuan probolinggo… tapi sepi tidak seperti yang biasanya aku lewati kalo ke probolinggo (aku sudah beberapa kali ke probolinggo, tapi kebanyakan dibonceng dan seringnya sambil kliyep-kliyep ngantuk :P).
Yang aku cemaskan adalah bensin sepedamotor dah krisis tinggal 2 strip dan dijalanan arah probolinggo versi yang ini tidak ketemu satu pun pom bensin. Di perjalanan kami juga bertemu dengan jalan ke arah bromo (bukan yang aku lewati waktu survey), tapi tujuan kami adalah ke probolinggo dulu menjemput adik, baru berangkat ke bromo. Jadi kami lurus terus tidak mengambil arah itu.
Akhirnya kami berhenti sholat maghrib sekalian jama’ qashar isya’, Sebelum sholat kami berbincang sebentar dengan seorang bapak yang kebetulan ada di masjid itu dan bertanya tentang jalan menuju ke jalan utama.
Kami menelusuri jalan tembusan itu dengan tidak nyaman. Jalannya bagus, rata tapi suasana disitu sangat gelap. Kiri kanan kami adalah pohon-pohon dan hanya kami yang melewati jalan saat itu. Sampai akhirnya kelihatan sinar lampu kendaraan didepan sliweran. Legaaaaaa :) akhirnya bisa kembali ke jalan yang benar :P Dan bisa mencari pom bensin :)
Ini bedanya jalan tadi dengan yang ini. Kali ini tiap beberapa kilo ada pom bensin, jalanan lumayan terang dan lebar.
Setelah sekian lama perjalanan, akhirnya kami bertemu tanda yang kami tunggu2… tanda arah belok kanan bromo 35 KM !!!

Lokasi KKN

Jalan selebar kira-kira 6 meter itu kami lalui terus melewati beberapa desa yang kemarin aku masih hafal namanya tapi sekarang sudah lupa :P
Melewati pertigaan, trus perempatan, aku tahu sudah semakin dekat tapi suasanya yang rada-rada gelap menyulitkan aku membaca tanda-tanda nama jalan sampai akhirnya aku melihat pembatas jalan yang sebelumnya tidak pernah aku lihat waktu survey. Kelewatannn!!! Duh kesasar lagi :D kentongannya dipake po’oooo…,kata adikku laki2 sambil rada emosi. Hihihi iya2 tuh ada warung, kita tanya2 disitu, ternyata bener kelewatan. Disitu sudah desa sukapura, desa lambang kuning baruuu aja kelewat dikiiiit :P
Akhirnya sampai juga sekitar jam 8an malam di .. apa namanya itu… rumah singgah?? yah pokoknya tempat para Mahasiswa itu menginap selama KKN.
Inilah sebenarnya alasan utama perjalanan ini. Mengunjungi adik yang sedang KKN di desa Lambang Kuning kecamatan Lumbang Probolinggo.
Ternyata mereka menginap di balai desa. Ada rumah disebelah balai desa itu yang menurutku lumayan kecil berukuran sekitar 4 x 10 meter an itu tapi dipaksa buat nampung 25 anak KKN. Jadi campur laki perempuan, karena tidak cukup tempat. Ini yang jadi masalah karena adikku memakai jilbab panjang jadi sudah pasti tidak bisa dengan model yang seperti itu. Tapi sudah diatasi masalah itu dengan dibuatkan sekat diruangan lain untuk mereka yang keberatan untuk satu ruangan laki perempuan. Alhamdulillah :)
Ngobrol sebentar sambil melepas lelah dan melepas beban di sepeda motor yang memang pesanan adikku, Ada bantal, snack, baju ganti.
Setelah itu sekitar 1/2 9 kami berempat bersiap-siap melanjutkan ke bromo, pamit ke ketua regu dan teman-temannya adik KKN, berangkaattt !!!

Cobaan Ban Bocor

Baru saja keluar rumah sekitar ratusan meter ban sepeda motor kempes. Adik laki2ku sudah berangkat duluan dan tidak tahu kalo aku tidak bisa meneruskan perjalanan. Untung ada seorang bapak yg lewat jadi bisa bertanya dimana ada tambal ban. Bapak itu menunjuk sebuah toko tidak jauh dari situ yang disebelahnya ada tukang tambal ban.
Sebuah toko kecil yang lumayan rame. Tapi sial, pemilik tambal ban itu ternyata sedang ke pasuruan. Sang pemilik toko memberi solusi bahwa ada tambal ban lainnya di dekat sekolahan sekitar 1/2 kilo dari situ, dan beliau bersedia mengantarkan sampai lokasi.
Adiknya ditinggal disini aja mas, aman kok, biar ditemani istri saya, kata pemilik toko.
Aku akhirnya setuju :) Tidak ada pilihan lain, aku tinggal adikku disitu sekalian mencoba menghubungi adik laki2ku agar turun dan menemaninya di toko.
Dengan ban bocor aku naiki kendaraan sampe kesana. Susah kalo didorong karena jalannya turun naik.
Akhirnya sampai ke tambal ban, diam2an aja karena mereka juga sedang sibuk nambal ban sepeda motor seorang bapak. Sulit mengerti percakapan orang2 disitu. Kebanyakan keturunan madura jadi bener2 ndak paham.
Selesai sekitar jam 9 lebih. Aku kembali ke toko tempat adik2ku menunggu.
Ternyata pemilik toko itu baru 6 bulan tinggal disitu. Dan dulunya pernah tinggal di surabaya tepatnya di karang empat (dekat rumah berarti). Akhirnya kami berangkat meneruskan perjalanan setelah mengucapkan terima kasih ke pemilik toko yang sudah bersedia menemani adik2ku selama aku nambal ban.

Kedinginan

Perjalanan dari situ ke atas (Bromo) menurut pemilik toko masih sekitar 27 km lagi. Dah awang2en. Sepanjang jalan berdo’a moga-moga selamat sampai tujuan dan banku yg barusan ditambal ini mampu bertahan.
Jalanan ke atas jam segitu sangat gelap, cuma kadang2 kita melewati rumah penduduk. Diselingi kabut, hujan dan jalan yang sempet ada yg licin karena banyak pasir di jalan.
Jam 1/2 11 malam, akhirnya kami sampai di lokasi yang lumayan rame, banyak orang disitu sepertinya ada yg mengadakan suatu acara.
Belum sempat tanya-tanya, kami sudah ditawari tempat menginap. Akhirnya dapet tempat di salah satu rumah penduduk. Kita menyewa 1 kamar dengan dua tempat tidur seharga 50 ribu. Mahal?? Gpp… lumayan murah daripada kedinginan di jalanan.
Lokasi tempat kami bermalam berada di ketinggian 1300 dan hawanya sudah sangat dingin menurut ukuran kami yang orang surabaya. Kalau bromonya sendiri ada di ketinggian 2700 dan menurut orang disana dinginnya bisa 2 kali lipat dari di tempat itu. Wah, cuek dah. Yang penting sekarang sudah ada tempat bermalam untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan ke bromo besok pagi.
Setelah sholat subuh jadi sekitar jam 1/2 5 pagi kami berangkat menuju bromo.
Kembali jalanan gelap dan naik turun gunung. Doaku selama perjalanan sama. Moga-moga selamat sampai tujuan dan banku tidak apa2 :)

Bromo

Di Pemberhentian terakhir (terminal) kami berhenti. Suasana masih gelap, kabut masih sangat tebal. Padahal sudah jam 5 lebih.
di terminal banyak mahasiswa-mahasiswa KKN yang mungkin niatnya sama seperti kami, menuju puncak bromo sedang membeli sesuatu. Souvenir atau juga minuman hangat di warung.
Sepeda motor kami pakai terus melewati gerbang masuk yang mengharuskan kami membayar Rp. 6000 per orang dan Rp. 3000 per sepeda motor. Karcis tidak kami lihat lagi karena dijepret rapat dan kami tidak sabar ingin segera berangkat.
Setelah melewati lautan pasir kami sampai di lokasi yang tidak memungkinkan sepeda motor untuk terus. Di lokasi itu sudah ada beberapa sepeda motor yang diparkir dan ada karcis parkirnya juga. Tas berisi pakaian juga kami tinggal di sepeda motor, Aman kok. Pemandangan disana sungguh indah. Hamparan lautan pasir dipagari gunung-gunung yang tidak kelihatan puncaknya karena tertutup kabut benar-benar indah.
Selanjutnya kami meneruskan perjalanan dengan jalan kaki. Untuk naik kuda harganya Rp. 20 ribu, mahal sekali menurut kami.
Kami terus berjalan sambil diikuti para tukang kuda. Mungkin mereka berharap kami berubah pikiran dan akan naik kuda mereka untuk menuju keatas. Pengen sebenarnya merasakan naik kuda tapi duit dikantong lebih mempengaruhi pikiran kami :P
Harga yang mereka tawarkan semakin turun menjadi Rp. 10 ribu seiring dengan semakin dekatnya ke lokasi tangga. Kemudian turun lagi Rp. 5 ribu. Tawaran mereka tidak kami pedulikan… malah kami tambah semangat berarti lokasi semakin dekat :)

Sekitar 15 menitan kami berjalan akhirnya sampai juga ke lokasi tangga yang menuju ke kawah. Suasana ramai. Didominasi warna hijau jaket almamater para mahasiswa UPN Surabaya yang sedang libur dari kegiatan KKN mereka. Kabut yang masih tetap pekat menyebabkan kami hanya bisa melihat beberapa anak tangga saja. Ada keraguan apakah akan meneruskan naik atau cukup sampai disitu melihat adik-adikku yang perempuan sepertinya sudah kelelahan. Tapi akhirnya kami memutuskan terus naik ke atas setelah beristirahat sejenak.
Selama perjalanan naik ke kawah, beberapa kali bau belerang menyengat di hidung dan kerasa perih di mata. Banyak sekali orang batuk-batuk… termasuk kami.

Akhirnya sampai juga di puncak Bromo. Tapi tidak kelihatan apa-apa di puncak karena kabut yang pekat. Yang penting bisa ke puncak bromo :) Ini yang pertama kalinya aku kesana setelah gede.
Diatas … nyemil oreo terus. Menyibukkan diri dan memang Oreo itu enak. Heran kok ada yg ndak suka :D
Terus turun dan beli bakso sesampainya kembali ke parkiran sepeda motor, lumayan buat anget2an :)

Planning tuk pulang jam 6an gagal, Waktu berlalu cepat sekali, sudah jam 8 lebih. Padahal aku ada tanggungan tugas.

Perjalanan turun kembali ke lokasi KKN adikku memakan waktu tidak lama, beda dengan waktu berangkat karena kali ini posisi turun gunung dan suasana sudah terang. Pemandangan baru bisa aku nikmati saat itu. Karena tadi pagi walau melewati medan yang sama tapi tidak dapat melihat apa-apa selain apa yang bisa lampu sepeda motor terangi.

Kembali Ke Surabaya

Sampai surabaya jam 1/2 1, aku mampir dulu ke sodara yang di wage buat ambil laptop. Ternyata aku tidak beruntung, mereka sekeluarga sedang tidak di tempat. Jadi terpaksa nanti sore aku kembali lagi kesitu karena laptopnya akan dipakai kerja.

Sorenya jam 1/2 3 an aku kekantor, tidak enak sama teman karena sudah janji, lagian aku yg ada perlu. Tapi dikantor aku isinya ketiduran terus :P. Sebentar aja di kantor, jam 4 sudah pulang. Tapi aku ndak langsung pulang, ambil laptop dulu di wage. Akhirnya pulang jam 1/2 8 dari wage. Sempat ketiduran di jalan sambil nyetir. Untung saja langsung sadar lagi :P. Sampai rumah lihat kasur langsung Sirep. Tidak lama adikku membangunkan aku sambil bawa obat buat menghilangkan pegal-pegal yang langsung aku minum karena ingin melanjutkan tidur.
Dan… Akhirnya aku bisa istirahat juga :)

Popularity: 45% [?]


10 Responses to “Perjalanan ke Bromo

  • 1
    angieNo Gravatar
    February 25th, 2008 12:09

    whuaaa kemajuan isa nulis sepanjang ini ^^
    btw spt membaca catatan anak jalanan di entryan ini :D hahaha

  • 2
    jinggaNo Gravatar
    February 25th, 2008 12:26

    nice….. :) ada foto2nya gk ? foto puncak bromo maksudnya. kalo ada upload sekalian dong mas :D

  • 3
    deconNo Gravatar
    February 25th, 2008 13:55

    weleh .. ada kliyep²nya yah kalo di bonceng .. wakakakaka..
    nggak mampir ke air terjun “Makadipura” or something .. aku lupa namanya .. :D

    weleh berangakat ke probolingonya kemaleman ..:D tahu kalo pagian bisa bareng .. :P

  • 4
    elmoNo Gravatar
    February 25th, 2008 14:06

    wiii..panjangnaaa… ^^ *mata jadi kecil (tiba-tiba kaget ada musiknya!!!!)
    wah..nekat juga ya ke bromo..^^ foto2nya dunk…

  • 5
    elmoNo Gravatar
    February 25th, 2008 14:08

    ups…salah..hihi..musiknya ternyata dari blog lain! ^^

  • 6
    cahyoNo Gravatar
    February 25th, 2008 19:42

    @angie :
    Iya dek… sehari menjadi anak jalanan :P

    @jingga :
    Foto2 ada tapi aku masih lagi cari plugin yg nyaman dulu baru posting2 foto :)

    @decon :
    Andai waktunya panjang pengen juga mampir ke madakaripura (konon katanya tempat patih gajah mada bertapa, itulah kenapa disebut madakaripura )
    Someday I Will… :) Dah tau jalan soalnya (Meski trial and error) :P

    @elmo :
    He eh… tapi malu fotonya kurang sip hehehehe

  • 7
    elmoNo Gravatar
    February 26th, 2008 09:15

    lo..lo.. *doeeenk!!redribbon sama om chacha samaaaa thoooo..! hihihi.. :D looo.. liat!liat! :P

  • 8
    xeroNo Gravatar
    February 29th, 2008 14:56

    *aku ga sepiro suka oreo karena bikin sariawan :D

    wah seruuu.. jadi pengen.kapan2 rame2 karo arek2 kantor po’oo

  • 9
    fadhilaNo Gravatar
    July 17th, 2008 08:46

    wah, seru juga tuh jalan-jalannya

  • 10
    hijauNo Gravatar
    July 17th, 2008 08:47

    boleh donk kita diajak, ok!!!

Leave a Reply

304 views