Pemilu dan golput

Sebentar lagi pemilihan gubernur jawa timur. Dan bakalan disusul pemilu 2009. Banyak prediksi dari para ahli kalau akan banyak yang golput. Yang saya herankan kenapa namanya kok golput? siapa pembuat istilah itu? Golput / Golongan putih yang artinya golongan yang tidak punya pilihan. Andai ada yang tahu please share :)

Banyak hal yang tidak sedap didengar dari mereka2 yang mengatakan bakalan golput. Isinya mencerca, menghina dan lain sebagainya yang kalo denger di kuping itu kok nurani ini menjadi bertanya… kok ngomongnya gitu ya? Apa sudah normalkah pembicaraan seperti itu?

Benar memang golput adalah pilihan, hak. Kenyataan sekarang ini di indonesia, atau di dunia pun, banyak yang memilih golput, jika ada pemilihan pemimpin. Apakah ada hasilnya? Adakah dalam sejarah suatu negara yang menjadi lebih baik dengan banyaknya golput dalam pemilihan pemimpinnya?

Membaca di artikel2 atau komentar2 tentang golput, Mereka yang golput kebanyakan marah dan kecewa dengan tindak tanduk pemimpin yang saat ini berkuasa. Korupsi dan segala macam tindakan yang sayangnya merugikan rakyat selalu menjadi senjata utama kenapa akhirnya memilih golput.

Pemikiran kemudian datang, adakah prediksi jika pemilihan pemimpin gagal karena anggap saja hampir semua pemilih golput, apa yang terjadi? Apa bukan kacau balau negeri ini karena tidak ada pemimpin?
Dan apa yang terjadi setelah itu? Kedaulatan negara terancam? Mungkin para golputers gak perduli dengan itu semua. Apakah harapan dari orang2 yang golput itu, mungkin ada yang bisa kasih pendapat?
Apakah setelah tindakan golput sukses menggagalkan pemilihan pemimpin, akan ada mukjizat datang dan semua kembali normal seperti negeri impian?

Andai kita punya harapan, dan seharusnya kita punya maka kita tidak akan golput. Harusnya kita berusaha mengkaji siapa yang terbaik yang bisa memimpin dari pilihan-pilihan yang ada. Paling tidak kita mempunyai harapan bahwa negeri ini akan menjadi lebih baik suatu hari nanti :)

Andai setelah membaca tulisanku masih ingin golput, paling tidak datang aja ke tps tapi coblos semua :P karena itu akan membantu mengurangi tingkat kecurangan yang terjadi, at least separah2nya kita tidak perduli/berpikiran jelek pada calon2 pemimpin kita itu, kita tetap berpartisipasi dan peduli pada nasib bangsa…

Popularity: 68% [?]


15 Responses to “Pemilu dan golput

  • 1
    angieNo Gravatar
    July 21st, 2008 13:52

    bakat nulis gitu lho !
    gitu bilangnya ga bisa nulis
    nah ini buktinya bakatnya keliatan :P

  • 2
    tintinNo Gravatar
    July 22nd, 2008 08:24

    Saya Golput karena berpikiran bahwa yang jadi pemimpin Insya ALLAH baik … tetapi saya nggak milih alias golput juga karena bagi saya mereka belum baik untuk menjadi pemimpin .. :)

    so dari pada saya mempertanggung jawabkan di akherat kelak memilih yang tidak baik maka saya lebih baik abstain ..

    btw saya nggak akan golput jika ada seorang pemimpin yang berani memberantas kesyirikan di negeri ini, berani menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, menjadi imam yang baik, dari segi akhlak dan pengetahuan agama bagus, dan tentunya imannya juga bagus. Selain itu pemimpin tersebut orang yang tawadhu, peduli rakyat yang miskin, lebih rela dirinya lebih miskin daripada rakyatnya masih aa yang kelaparan dan miskin. (jadi ingat Umar bin abdul Aziz .. )

    so kalo ada yang seperti itu saya Insya ALLAH memilihnya ..

    saat ini saya belum menemukan pemimpin yang seperti itu .. so jangn salahkan orang yang golput karena pemimpin tidak sesuai harapan mereka .. :(

  • 3
    jinggaNo Gravatar
    July 22nd, 2008 11:15

    wah…hard topic nih ,
    sekalinya nulis langsung ada bom emosi disini :D

    mungkin fenomena golput itu sebenernya ya karena sdh desperado alias sudah hopeless, ya sudah …itu urusan mereka.
    tp drpd golput mending dicoblosi semuanya aja, biar gk absah sekalian
    * lah ini sebenernya sama aja sama golput , cmn gk membiarkan kertasnya blank *

    jd milih siapa ?
    ada deeeh……….. :D

    * puyeng baca komentnya mas tintin *
    ** otakku gk nyampe **

  • 4
    Abu UmarNo Gravatar
    July 23rd, 2008 19:11

    hmm… berbicara tentang golput, kebetulan hari ini aku kabur dari mencoblos.. hiks2… kabur, soalnya takut ketahuan orangtua yg masih awam…

    Benarkah seorang pamimpin yg pro-rakyat akan muncul dari sistem seperti ini (pemilu)… kurasa tidak… di pemilu, siapa yg paling banyak memilih, mk dia yg menang (kurasa semua dah paham ttg ini)…tidak jarang pula digunakan cara2 “busuk” untuk meraih jumlah suara, misal; menjilat pimpinan2 ormas, bkerja sama dg siapa saja asal dpt dukungan, politik uang, politik balas-kasih (spt; “aku kan dah bantu kmu bgini n bgtu, tp kmu coblos no X ya..”)…

    Dalam kajian teori sosial, saya coba menariknya kpd teori Erving Goffman ttg dramaturgy… Bahwa manusia ketika dia hidup dan beraktivitas selalu diserupakan dg pentas sebuah drama… Tindakan sseorang ktk dibelakang panggung sangatlah berbeda dg ktk didepan panggung, krn ktk ia didepan panggung tindakannya tdk murni lagi berasal dari dirinya, tp dipengaruhi oleh hal-hal (spt; pmikiran aktor, peran aktor sbgm naskah, kontrol ekspresi audiens, pendramatisiran action, dsb)…

    Dalam kasus pemilu, aku coba terapkan teori diatas pada masa2 kampanye calon… mereka terlihat bgtu hebat, bersahaja, baik, ramah, perhatian pd pihak yg termarjinalisasi, dsb… maka tidaklah kalian tahu bahwa ssungguhnya dia sedang bermain peran disini (ingat panggung depan / front stage)… bukan utk berprasangka buruk… tapi cobalah berpikir lebih dalam… “mengapa dia spt itu?”… ketika kita kaitkan dg waktu kejadian, maka kita akan dapati kata “kampanye”, dikaitkan dg role / peran dia, maka kita dapati “calon”, dikaitkan dg tindakannya -> “menarik hati objek yg sdg ditreatment”, dilihat dari siapa objeknya -> “masy umum pd dapil dia”…

    OK, tidak usah terlalu berbelit… mari kiat gunakan lateral-thinking dan semiotik sederhana… kampanye + calon + menarik hati + masy umum = perolehan suara + dukungan -> kemenangan dalam pemilihan… Sederhananya demikian…

    Maka akan kita ketahui bahwa tindakan calon tersebut tujuan utamanya adalah mencari dukungan (dg penjelasan diatas)… Lalu pertanyaan selanjutnya, “kemana aja mereka ketika tdk dalam masa kampanye??” jawabnya adalah bhw mereka sdg hidup di panggung belakang / backstage, bertindak tanpa diawasi oleh audiens (masyarakat), jadi sesuka hatinya… dan demikianlah yg akan terjadi ketika dia sudah terpilih dan menjabat… topeng aktingnya di depan panggung akan dilepas ketika dia sudah memasuki belakang panggung…

    Bukan dalam rangka utk membongkar kemunafikan seseorang yg mencalonkan diri… tapi lebih pada kehati-hatian dalam bertindak… karena saya tetap meyakini bahwa seorang pemimpin yg terpilih dari banyak2an suara tidak akan menjadi orang yg idealis, idealis memperjuangkan kepentingan rakyat, apalagi kepentingan si miskin, tertindas, dan termarginalisasi, karena bagaimanapun mereka (si miskin, tertindas, termarginal) tidak akan memenangkan suara karena jumlah mereka yg sedikit… Yang menang tentu saja orang dengan berbagai kepntingan (partai, pebisnis, klmpok kpentingan, dsb)…

    So, bagaimana? setidaknya knp kok tidak ada calon independen ya? calon yg bener2 terlepas dari kepentingan2 yg mungkin mempengaruhi geraknya sbg seseorang yg idealis dalam memperjuangkan masy… Entahlah, tapi yg saya ketahui, gerakan independenisasi sepertinya telah dimulai dan dirintis… dengan paradigma Emansipatoris - Habermasian tentunya … :thumbsup:

    ..::abu ‘umar::..
    maaf, numpang corat-coret sebentar :D

  • 5
    angieNo Gravatar
    July 24th, 2008 15:56

    wuik…iku komentar e nunut posting tah yo opo niate ? :mrgreen:

  • 6
    jinggaNo Gravatar
    July 25th, 2008 15:09

    puyeng baca koment atas

    @ Angie :
    Lho itu kan tugase yg punya blog, bukan kita :P

  • 7
    Abu UmarNo Gravatar
    July 25th, 2008 16:44

    Sabar buu’…. :D

    Itu uneg-uneg saya… mana kok tanggepannya gak ada sih… kok cuma gtu2 aja… pemilik blognya mana nih?

    ..::abu ‘umar:..
    salam kenal ;)

  • 8
    cahyoNo Gravatar
    July 26th, 2008 01:13

    @angie: bisa nulis dek… tapi gak bakat, tuh komentarnya ngeralat semua :D

    @tintin:
    Kalimat awalmu kok mbingungi tin :D

    “saya nggak akan golput jika ada seorang pemimpin yang berani memberantas kesyirikan di negeri ini…dst” Untuk kalimat itu, aku juga bakal milih lah kalau ada orang yang seperti itu. Tapi, ada ndak orang yang seperti itu? Kenyataan sekarang tidak ada yang bisa seperti itu. Andaipun ada, mau ndak dia jadi pemimpin. Andaipun mau, siapa yang bisa mendukungnya sampai ke puncak pimpinan dan caranya bagaimana?

    @jingga:
    Iya, aku ndak tau kalo ini hard topic :D
    Gpp lah, khan jarang2.

    @Abu Umar:
    Yup betul, mas abu umar betul sekali, tidak akan muncul seorang pemimpin yang 100% bakal pro rakyat. Apalagi dengan kekompleks-an keadaan di Indonesia ini :)
    Tapi jika kita tidak menjatuhkan pilihan sama sekali (aku mengatakan ini pada teman2 yang baik iman dan akhlaknya yang memilih golput seperti mas abu umar), maka yang memilih bakalan hanya orang2 yang dibayar atau yang asal pilih atau yang tidak seiman dengan kita. Ini menjadikan pimpinan yang terpilih bisa2 tidak pro dengan kita yang bisa2 membuat suatu kebijakan yang malah lebih membelenggu gerak umat Islam.
    Bukankah ini yang terjadi saat ini? Media dikuasai pihak2 yang mendiskreditkan Islam, propaganda2 dimunculkan, dan lain sebagainya.
    Solusinya bagaimana? Harus ada yang masuk kedalam pemerintahan untuk lebih mengerem hal ini, selain juga dakwah2 seperti yang mas abu Umar lakukan juga sangat diperlukan.
    Saat ini cara satu2nya untuk masuk ke pemerintahan adalah menawarkan calon2 pemimpin yang kita menaruh harapan padanya dan harus lewat/didukung oleh partai tidak bisa secara independen.
    Jika hanya melakukannya satu arah yaitu lewat dakwah saja, aku khawatir pemerintahannya sudah keburu menjadi rusak, karena umat islamnya berlepas diri terhadap pemerintah (dalam hal ini, golput).

    Panjang juga :)

  • 9
    Abu UmarNo Gravatar
    July 26th, 2008 20:06

    Hwehehehe… tnx2… ternyata ada tanggapan juga dari tuan rumah… ;)

    Kenapa ya aku kok setiap hari jadi rutin terus di blog ini?… hmm… gak tau ya… ada “something” rupanya…. ;))… peace… B-)

    Padahal tulisan diatas kuharap ditanggapi secara common-sense/perspektif umum aja… tapi ternyata ditanggapi secara pemikiran keIslaman kontemporer… OK… aku suka…:D

    Nih Ada Ebook Bagus…

    Jika kita memang berjuang untuk kemuliaan Islam, maka hendaklah cara2 yg dipakai juga cara yg mulia…

    “Al Islamu yu’la walaa yu’laa ‘alaih” (Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya)… bener gak?… So?jika jika yakin akan ketinggian n kemuliaan Islam, lantas mengapa kita masih melakukan cara2 diluar “cara Islami?”…

    Jadi… bagaimana cara Islam dalam memilih pemimpin… duh… mending langsung denger kajian dari ustadz aja deh, insya Allah lebih terjaga… hehe…

    Musyawarah Bukan Demokrasi Part I
    Musyawarah Bukan Demokrasi Part II

    OK… cuma itu aja… daripada ntar corat-coret kepanjangan malah terkesan nunut posting :D … hehe…

    ..::abu ‘umar::..
    promosi link sekalian :D… semoga bermanfaat…

  • 10
    Abu UmarNo Gravatar
    July 26th, 2008 20:12

    eehh… maaf kelupaan… ttg gerakan independenisasi…

    nih linknya :
    http://wongindependen.com

    gerakan itu dipelopori langsung lho sm dosenku… jadi aku tahu benar gimana gerakannya, paradigma yg dipakai, wadahnya… dll… pokoknya seru… :thumbsup:

    ..::abu ‘umar::..
    sori kelupaan bagian yg ini :D

  • 11
    cahyoNo Gravatar
    July 30th, 2008 16:20

    @abu umar:
    Makasih dah rutin berkunjung dan berkomentar :D
    Komentar2 yang ada linknya punyamu ternyata masuk daftar yang kudu diapprove dulu :) Jadi maap kalau terlambat ngeprove soalnya baru liat ini tadi.
    So, Bagaimanapun mendefinisikannya kurasa keinginan kita sama (abis baca artikel di - http://www.iblogme.com/hehehe).
    Btw, thanks link2nya.

  • 12
    brillieNo Gravatar
    July 31st, 2008 01:43

    sebagai anak muda.. hmm.. saran saya cuma satu. jangan golput! kasihan negara udah keluar uang banyak untuk pemilu. apa susahnya cuma nyoblos

  • 13
    abu umarNo Gravatar
    July 31st, 2008 19:14

    @ cahyo :
    Waah, dah baca artikel di iblogme ya? trus mksudnya “keinginan kita sama” itu apa mas? (maklum cupu nih aku… :D )… kalau kesimpulan itu diambil stlh baca tulisan yg berjudul “Kontra-Ideologi”… saya rasa mas hanya dapat 40% saja dari makna tulisan… hehe.. maaf mas, tapi kurasa mas belum mendapatkan bagian “conclusion” nya… peace… ya udah… maaf ya klo akhir2 ini aku ganggu… (akhirnya ketahuan juga si pengganggu ini ;) )

    @ brillie :
    Duh… hari gini masih ada aja pemuda yg pikirannya oppurtunis… ya baik juga sih utk beberapa hal, tapi utk kasus ini kurasa gak pas… duh2… ini berhubungan dg keyakinan kita, gak sesimpel yg dipikirkan… (halah, apa susahnya nyoblos -> susah men, ini pertaruhan keyakinan kita…) Allahu a’lam

    .::abu ‘umar::..
    peace..peace.. ;)

  • 14
    cahyoNo Gravatar
    July 31st, 2008 20:13

    @abu umar:
    Ok lah mas abu, u’r the right one :)
    Aku kalau urusan sebagai warga negara hanya menganalisa dari realita saat ini. Impian-impian menciptakan sebuah negara Islam, semoga saja terwujudkan… harapan. Tapi cara bolehlah beda, Toh ayat dan hadits juga menerjemahkannya melalui pemikiran yang pasti condong pada suatu kelompok.
    Dan kurasa 40%, hmmm aku lebih suka 68% lah aku paham :)

    @brillie:
    Thanks dah comment :)
    kurasa politik memang tidak mudah untuk dipahami.

  • 15
    abu umarNo Gravatar
    July 31st, 2008 20:44

    nice to have conversation with you…

    ..::abu ‘umar::..

Leave a Reply

133 views