Haji, Qurban dan tahun baru
Sekarang ini kita kedatangan tiga momentum besar sekaligus yaitu pelaksanaan ibadah haji, qurban dan akhir tahun 2007. Ketiga momen tersebut mungkin akan meninggalkan kesan yang berbeda, Mengingat ketiganya memiliki dimensi masing2. Seperti Haji, misalnya. Haji merupakan ibadah yang kaya akan nuansa spiritual tetapi berdimensi individu. Lain dengan Qurban, yang merefleksikan nilai pengorbanan dan kental dimensi sosialnya. Sedangkan peringatan akhir tahun 2007, nyaris selalu menjadi ritual yang terkesan hura-hura. Sangat jauh dari nuansa ibadah dan spiritualitas.
Jika melihat data depag RI, potensi jama’ah haji nasional sungguh luar biasa. Tahun 2006, tercatat 189.087 jama’ah haji yang berangkat ke tanah suci. Dihitung kasar, biaya berangkat haji semisal 30juta, maka terdapat dana 5,6 trilyun rupiah lebih.
Belum lagi berdasarkan data tahun lalu, terdapat 13.189 jamaah haji yang berangkat kesekian kalinya. Kalo dihitung dengan biaya yang sama, terdapat dana sekitar 400 milyar rupiah yang digunakan untuk “haji sunnah”.
Andai saja dana tersebut dapat diarahkan ke ibadah yang bersifat sosial semisal zakat, infaq atau qurban dan dikelola dengan baik, ini bisa menjadi solusi untuk problematika umat, khususnya dalam masalah ekonomi.
Dalam hal ini,peran pemerintah sangat dibutuhkan. Seandainya ibadah haji yang kesekian kalinya yang berdimensi individual dan berpotensi “membuang” dana yang sangat besar tersebut dapat dimanfaatkan ke ibadah sosial seperti diatas, maka akan lebih banyak pihak yang memperoleh manfaat.
Kebijakan pemerintah terhadap peringatan Akhir tahun juga diperlukan supaya tidak menimbulkan kesan hura-hura. Biaya yang “dibuang” dalam pesta satu malam tersebut pastilah sangat besar. Andai bisa diarahkan ke bidang pendidikan, pasti akan sangat membantu.
Bagaimana menurut sodara?
Popularity: 10% [?]
This post has one comment
December 14th, 2007
Tes coment ah, kapan bisa qurban … tidak punya duit atau memang pelit …
Add a comment